perubahan panduan fmpdk ke-XI 2011
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur yang mendalam kepada Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunianya yang diberikan kepada kita, sehingga kita dapat melaksnakan semua aktivitas dan kreativitas, terutama dalam melaksanakan aktivitas dan kreaktivitas Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) XI Tahun 2011.
Bupati Himbau Masyarakat Gunakan Sky Aviation
Dalam Pendaratan Perdana
Pesawat Aky Aviation
Kerinci - SKY Aviation secara resmi mendarat perdana di Bandara Depati Parbo Kecamatan Setinjau Laut Kabupaten Kerinci ( 06/06), Pendaratan Perdana Pesawat Fokker 50 ini langsung mendaratkan sejumlah tamu dari Dirjen Perhubungan Anung Bayu Murti , Direktur Sky Aviation, dan sejumlah Jurnalis Liputan Jambi setelah di lepas oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus di Bandara Sultan Thaha Jambi .
Memeriahkahn Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) XI
Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) yang juga dikenal sebagai festival danau merupakan event tahunan untuk memajukan pariwisata Kerinci. FMPDK yang berpusat di Danau Kerinci. Pembukaan acara ini dilakukan dengan menampilkan tari massal. Tarian ini ditata sedemikian rupa khusus ditampilkan pada acara-acara helatan besar. Tari ini ditata dengan konfigurasi menggambar kan keadaan geografis Kerinci yang berbentuk kawah (landai). Gerak yang ditarikan merupakan gabungan dari gerak tari tradisional Kerinci se perti Tari Rangguk dan Tari Iyo-Iyo.
Taman Husein
Taman Husein memiliki pantaidengan batu-batu besar yang terletak di pinggir jalan raya dan jauh dari pemukiman penduduk.
Lokasi ini terasa sangat nyaman, pemandangan lepas kearah danau, suara gemersik dedaunan yang tertiup angin serta gemercik ombak yang menerpa pantai berbatu merupakan kondisi yang ideal untuk bersantai bersama orang-orang terdekat. Tersedia beberapa shelter di bibir pantai serta warung yang me nyediakan minuman ringan. Taman Husein dapat dicapai dari Sungai Penuh setelah menempuh perjalanan selama ± 1,5 jam.
Pesanggarahan dan Tanjung Hatta
Lokasi ini memiliki pantai berkarang yang merupa lokasi yang paling terkenal di Danau Kerinci dan tersedia sarana yang cukup lengkap untuk kegiatan wis seperti shelter, WC hingga lokasi parkir. Tersedia juga per yang disewakan untuk mengarungi pinggir dan Pesanggarahan biasa dijadikan lokasi camping ground bagi anak sekolah. Pada daerah yang lebih tinggi, bangunan yang dapat dihuni oleh pengunjung. Pesanggarahan terlihat jelas pegunungan Bukit Barisan yg mengelilingi Kerinci.
Perkebunan Kayu Manis
Kabupaten Kerinci merupakan perkebunan kayu manis yang tersebar di Pegunungan Kerinci. Kayu Manis dikenal pula dengan nama Cassiavera atau Cinanoum Burmanni. Hal yang menarik dari kegiatan agro wisata ini adalah melihat proses pembuatan kayu manis, mulai dari pengulitan dari batang pohonnya sampai pada tahap-tahap penyortiran. Kayu manis merupakan bahan baku rempah, obat-obatan dan minuman.
Perkebunan Teh Kayu Aro
Perkebunan teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Perkebunan teh ini tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400-1.600 meter dpi yang merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpi).
Nenek moyang orang Kerinci
Nenek moyang orang Kerinci selalu membuat pemukiman pada daerah-daerah yang subur yang sering disebut talang, dusun, koto. Perkembangan pemukiman ini diperkirakan terjadi pada zaman Sugindo. Pada masa Sugindo, perkembangan kehidupan masyarakat sudah jauh lebih maju, mereka sudah mulai hidup menetap.
Mengacu pada tempat penemuan benda-benda peninggalan sejarah, maka diketahui pemukiman-pemukiman yang pernah dibuat nenek moyang pada zaman dulu di antaranya terletak di:













